Film Dakwah Religi : CAHAYA HATI
Jiwa seni dan ketrampilan yang mumpuni membuat Yuda mampu mengangkat nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan yang terpendam ke layar lebar. Kemampuannya dalam bidang perfilm-an tidak diragukan lagi.
Teknik pengambilan gambar yang bagus dan ilustrasi musik yang sempurna dan alur cerita yang sangat lembut dari setiap peralihan adegan mampu membuat penonton menguras air mata.
Keberhasilannya membuat sentuhan adegan yang menggiring emosi dan perasaan penonton memasuki alur cerita menandakan kualitas penyutradaraan yang tidak boleh dianggap remeh.
Sekalipun baru pertama kali menggarap film kolosal namun hasilnya sangat memuaskan. Keberhasilan pembuatan film ini juga tak lepas dari gigihnya trio produser M. Fatah Yasin al Irsyadi, Heri Susanto dan Mashudi dalam membangun rumah produksi (Production House) yang diberi nama “SEMOET IRENK’ .
Pengambilan gambar (shooting) dipilih daerah yang karakteristiknya tidak jauh berbeda dengan Bolra, yakni di Kulonprogo dan Bantul. Profionalisme crew film sangat diuji, bagaimana membuat film yang mengangkat kisah nyata perjuangan dakwah tanpa harus melanggar syari’ah.
Karena sebagian besar pemain dalam film ini adalah warga MTA. pembuatan film ini melibatkan 70 crew film, 30 pemeran utama dan 800 pemain figuran yang melibatkan penduduk desa setempat.
Menurut Heri Susanto (produser) pengambilan gambar (shooting) dilakukan hanya memakan waktu 8 hari. ini termasuk cepat untuk sebuah film dengan durasi 60 menit.
Pemeran utama dalam film Cahaya Hati ini adalah : Dewo PLO, Ade Danaswara, Fredy R. Brisman HS, Ernanto Soeyik Kusuma, Liek Suyanto, Luly Syahkisrani, dan Dewi Nurvita.
Film Cahaya Hati ini mengangkat kisah nyata (true story) perjalanan sosok manusia (Wakid, Suradi, Yatmin, Warto, Tris, Sarmin, Sutinem, Kasti) dalam mempertahankan tauhid dalam hatinya.
Dan sampai sekarang masih istiqomah dalam menuntut ilmu dan namanya tercatat sebagai pelaku sejarah berdirinya MTA perwakilan dan cabang di Blora.
Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina selaku pimpinan pusat MTA menyambut gembira atas kebehasilan warganya dalam membuat film tentang perjuangan dan dakwah MTA. Keberhasilan ini menandai bahwa dakwah Islamiyah yang dilakukan MTA mulai merambah dunia perfilman.
Diharapkan film –film Islami yang diproduksi oleh MTA nantinya bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang agama yang lurus, yakni Islam. dan diharapkan dengan diluncurkan film-film Islam nantinya akan mampu mengalihkan perhatian generasi muda dari tayangan-tayangan yang merusak akhlak dan moral. (Roe)


SURAKARTA- Pengurus dan anggota Ikatan Mahasiswa Majlis Tafsir Alquran (MTA) Solo Raya atau Imamta, mengadakan kunjungan ke SMA MTA di Jalan Kiai Mojo, Semanggi, Pasarkliwon, Surakarta, Senin (4/1/2016).
JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan apresiasi tinggi kepada rakyat Indonesia yang dipelopori oleh MER-C Indonesia atas berdirinya Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina. Pembangunan Rumah Sakit yang menelan biaya sekitar Rp 126 miliar itu kini telah resmi beroperasi.